StrukturDNA pertama kali diungkapkan oleh ilmuwan bernama James Watson dan Francis Crick pada tahun 1953 berdasarkan pada foto hasil difraksi sinar X yang dibuat oleh Rosalind Franklin dan Maurice Wilkins. Model Struktur DNA dibangun berdasarkan pada data kimia dan fisiknya yang kemudian disebut struktur untai-ganda atau double helix. Untai
James Dewey Watson lahir di Chicago, Illinois, pada tanggal 6 April 1928, sebagai putra tunggal dari James D. Watson, seorang pengusaha, dan Jean Mitchell. Leluhur ayahnya awalnya keturunan Inggris dan pernah tinggal di midwest selama beberapa generasi. Ayah ibunya adalah seorang kelahiran Skotlandia, menikah dengan seorang putri imigran Irlandia yang tiba di Amerika Serikat sekitar tahun 1840. Seluruh masa kanak-kanak muda Watson dihabiskan di Chicago di mana dia selama delapan tahun bersekolah di Horace Mann Grammar dan selama dua tahun di South Shore High School. Dia kemudian menerima beasiswa kuliah ke Universitas Chicago, dan di musim panas 1943 melakukan eksperimen mereka selama empat tahun kuliah. James Watson. Bersama Crick menemukan struktur DNA. Berkat jasa mereka ilmu genetika berkembang luarbiasa. Pada tahun 1947, ia menerima gelar dalam bidang Zoologi. Minatnya semasa kanak-kanak dalam pengamatan burung mendorongnya untuk serius belajar genetika. Pada tahun 1950 ia menerima penghargaan Fellowship untuk studi pascasarjana Zoologi di Indiana University di Bloomington, di mana ia menerima gelar dalam bidang Zoologi. Saat di Indiana, ia sangat dipengaruhi oleh konsep genetika HJ Muller dan TM Sonneborn, juga SE Luria, seorang mikrobiologi kelahiran Italia yang bekerja sebagai staf di Indiana Bacteriology Departmen. Tesis Watson disusun di bawah bimbingan Luria, meneliti tentang efek X-ray pada pembelahan bakteriofag virus yang menyerang bakteri, umumnya E. coli. Dari September 1950 hingga September 1951 ia menghabiskan tahun pertama postdoctoral di Kopenhagen sebagai Fellow Merck Dewan Penelitian Nasional. Tahun itu dihabiskan bersama ahli biokimia Herman Kalckar, juga dengan mikrobiolog Ole Maaløe. Sekali lagi ia bekerja dengan virus bakteri, mencoba untuk mempelajari DNA dari partikel virus tersebut. Selama musim semi tahun 1951, ia pergi bersama Kalckar ke Stasiun Zoologi di Naples. Ada di Simposium akhir bulan Mei. Ia bertemu Maurice Wilkins dan melihat untuk pertama kalinya difraksi sinar-X pola DNA kristal. Hal ini sangat mendorong dia untuk mengubah arah penelitiannya terhadap struktur kimia asam nukleat dan protein. Langkah in menjadi mungkin ketika Luria, pada awal Agustus 1951, yang bekerja sama dengan John Kendrew membantu Watson melakukan penelitian di Laboratorium Cavendish, di mana ia mulai bekerja pada awal Oktober 1951. Saat bertemu Crick, mereka menemukan persamaan keinginan memecahkan struktur DNA. Upaya serius pertama mereka dilakukan pada akhir musim gugur tahun 1951, dengan hasil yang tidak memuaskan. Upaya kedua mereka pada awal Maret 1953 lebih didasarkan pada bukti eksperimental dan apresiasi yang lebih baik dari literatur asam nukleat, dan dituliskan dalam proposal tentang konfigurasi komplemen double-heliks. Struktur DNA yang berhasil ditemukan oleh Watson dan Crik. Pada saat yang sama, ia melakukan eksperimen untuk menyelidiki struktur TMV Tobbacco Mozaic Virus, menggunakan teknik sinar-X terdifraksi. Tujuannya adalah untuk melihat apakah sub-unit kimiawi yang sebelumnya pernah diungkapkan dengan elegan oleh percobaan Schramm, memang berupa spiral yang teratur. Tujuan ini dicapai pada akhir Juni 1952, ketika menggunakan tabung anoda berputar sinar-X yang memungkinkan demonstrasi yang meyakinkan mengenai pembentukan heliks virus. Dari tahun 1953 sampai 1955 Watson berada di California Institute of Technology sebagai Senior Research Fellow dalam bidang Biologi. Di sana ia bekerja sama dengan Alexander Rich dalam mempelajari difraksi X-ray terhadap RNA. Pada 1955-1956 ia kembali ke Cavendish, bekerja dengan Crick. Selama bekerja sama mereka menerbitkan beberapa makalah tentang prinsip-prinsip umum konstruksi virus. Sejak musim gugur tahun 1956, ia telah menjadi anggota dari Departemen Biologi Harvard. Pertama sebagai Asisten Profesor, tahun 1958 sebagai Associate Professor, dan sebagai Profesor sejak tahun 1961. Selama waktu ini, ia melakukan penelitian utamanya tentang peran RNA dalam sintesis protein. Di antara rekan-rekannya selama periode ini adalah ahli biokimia Swiss, Alfred Tissieres dan ahli biokimia Perancis, François Gros. Banyak bukti eksperimental yang mendukung konsep tentang RNA duta ARNd/ARNm yang telah dikumpulkannya. Kolaborator utamanya adalah seorang ahli fisika teoritis Walter Gilbert, yang membuat Watson bersemangat belajar tentang eksperimen dalam bidang biologi molekuler. Gelar kehormatan yang diperoleh Watson meliputi John Collins Warren Prize of the Massachusetts General Hospital, yang diperoleh bersama Crick pada tahun 1959 Eli Lilly Award in Biochemistry pada tahun yang sama Lasker Award, diperoleh bersama Crick dan Wilkins pada tahun 1960 Research Corporation Prize, diperoleh bersama Crick pada tahun 1962 American Academy of Arts and Sciences dan National Academy of Sciences Foreign membership of the Danish Academy of Arts and Sciences Watson juga seorang konsultan untuk Komite Penasehat Ilmiah Presiden Selama hidup Watson tidak menikah. Hobinya sederhana mengamati burung dan berjalan-jalan. Sudah Dibaca 5,325
Penjelasantersebut bahkan lebih baik lagi ketika James Watson dan Francis Crick memetakan model DNA pada tahun 1953. Dan lucunya, penemuan DNA dan mekanisme genetika seperti mutasi itu justru sering dipelintir oknum tertentu dan dijadikan bahan untuk meng- counter teori evolusi dengan mengatakan bahwa mutasi selalu menimbulkan kerugian dan
Crick, Watson, and Franklin The Race to Discover the Structure of DNAIn 1953, three English biochemists helped unlock the mystery of life by determining the double helix structure of the DNA molecule. Found in all life on Earth, DNA contains the information by which an organism regenerates its cells and passes traits to its the StageDespite his success in formulating the theory of natural selection, Charles Darwin did not yet understand how characteristics are passed from parent organisms to their offspring with the slight changes that make evolution possible and identify each the middle of the 20th century this was still not well understood. The first part of the century had seen major breakthroughs in physics, such as Einstein’s Theory of Relativity and atomic bombs that used the energy of nuclear fission. After World War II scientists turned to understanding the physical basis atomic and molecular of biological the 1950s biochemists realized that DNA, short for deoxyribonucleic acid, delivered the instructions for copying a new organism. A yard of DNA is folded and packed into the nucleus of every cell in pairs called “chromosomes,” with one exception in the reproductive cells, where the pieces of DNA are not has three constituents 1 a type of sugar called “ribose”; 2 a phosphate phosphorous surrounded by oxygen responsible for its acidity; and 3 four kinds of bases — adenine A, thymine T, guanine G, and cytosine C. Since these four bases seemed too simple to be able to pass on all the information needed to create a new organism, biochemists were baffled about DNA’s structure and how it worked. However, these four bases combine like letters of an alphabet to describe complex variations in genetic question became how to study the DNA molecule. Biochemists believed that understanding its structure would reveal how the molecule coded the instructions for copying a new organism. They began taking X-ray images of crystals of DNA, believing that its crystallization meant it must have a regular structure. The pattern of the X-rays bouncing off atoms a phenomenon called “diffraction” gave information about their location in the molecule. One of the pioneers of this technique, called “X-ray crystallography,” was Linus Pauling, who worked at the California Institute of Technology in Pasadena. In the early 1950s Pauling, a prominent chemist doing molecular research in the States, seemed a likely candidate to unlock the mystery of life, since he had already concluded that the general shape of DNA must be a helix, or RaceThe victory, however, went to three people working in England, in one of the great scientific races of all time. One, Rosalind Franklin was working at King’s College at the University of London. The other two, James Watson and Francis Crick were friends and lab mates some 50 miles away at the Cavendish Laboratory at Cambridge University, where they worked cooperatively and shared their was from a wealthy, influential family in London. She had earned her PhD in 1945 from Cambridge in physical chemistry. Starting at King’s College in 1951 at the age of 31, she was focused on studying DNA. She became extremely skilled in X-ray crystallography, able to produce clear and accurate diffraction images of DNA crystals by using fine-focus X-ray equipment and pure DNA in Cambridge, biochemists were supposed to leave the study of DNA to the lab at King’s College. Francis Crick, age 35 in 1951, was working on his PhD in the crystallography of proteins. He had grown up in a small English village and, since he had failed to qualify for Cambridge, took his undergraduate degree in physics from the University of London. Watson, only 23 in 1951, was at Cambridge as a postdoctorate fellow in biology with limited knowledge of chemistry. He had grown up in Chicago, performed on the national radio show “Whiz Kids,” entered the University of Chicago at age 15, and secured his doctorate from the University of Indiana at just 22. He was at the Cambridge lab to learn 1951 and January 1953 Franklin reasoned through her precise X-ray diffraction images that 1 DNA takes two forms shorter-dryer and longer-wetter, 2 the sugar-phosphate backbones must be on the outside, and 3 the molecule looks the same upside down or right side up. In late 1952 she recorded an especially clear X-ray diffraction image that her col- league, Maurice Wilkins, later showed to Watson in January 1953 without telling Franklin or asking her permission. Franklin and Wilkins did not always communicate well, so his actions were perhaps not knew at once from seeing Franklin’s photograph that DNA had to be a helix with certain dimensions. He was so excited that he returned to his lab to draw up plans for models that the machine shop would construct out of sheet metal and building their models, Watson and Crick had to find the answers to several questions. How many strands did the helix have? Which direction did the strands run? Were they on the inside or the outside? How were the four chemical bases arranged?While Franklin believed the answers would come with more X-ray images of better quality, Watson and Crick recognized they were racing against Linus Pauling for a solution and thought that making a model would speed up the answers. First, they tried using two strands, putting them in the center of the model with the bases on the outside; however, this did not produce a chemically acceptable they played around with the shapes of the four bases, using paper models and combining them in different ways. Finally, they visualized a structure that solved the puzzle If two of the bases were bonded in pairs G with C, they took up the same space as the other pair A with T. Hence, they could be arranged like steps on a spiral staircase inside of two strands of sugar-phosphates running in opposite insights occurred to Crick and Watson between February 4 and February 28, when they announced at lunch in their usual pub that they had found the secret of News Gets OutThe April 25, 1953 issue of Nature published Crick and Watson’s 900-word article, “A Structure for Deoxyribose Nucleic Acid.” Wilkins and Franklin, who both accepted Crick and Watson’s solution, wrote accompanying articles. By the 1960s scientists generally embraced the double helix as the structure of DNA, and in 1962 Wilkins, Watson, and Crick received the Nobel Prize in medicine/physiology for their could not share in the prize as it cannot be granted to someone who has passed away. She had died from ovarian cancer at the age of 37 on April 16, 1958, in London. She had a family history of cancer, but her exposure to X-rays may have contributed to her death. And in any case, she may not have had the chance for the award had she been alive. Crick and Watson never told Franklin that they had used her images She was mentioned only in passing by Crick and Watson in Nature. Nor did Watson explain this in his popular account of their discovery, The Double Helix 1968.​It wasn’t until much later that Watson finally admitted in public that he and Crick could not have found the double helix in 1953 without Franklin’s experimental work. If she had survived, would she have been acknowledged and shared in the prize?In their 1953 article Watson and Crick did not discuss how DNA copies itself. They simply included this sentence “It has not escaped our notice that the specific pairing we have postulated immediately suggests a possible copying mechanism for the genetic material.”Five weeks after their first article in Nature, Crick and Watson published another article proposing the idea that, to make a copy, the double helix unzips, or separates, into two strands — each a backbone of sugar-phosphates with the four bases attached in some sequence. Then the cell uses each strand as a template to assemble another DNA strand from free-floating complementary bases A picks up T, while C picks up G. This would result in two identical DNA molecules, one a copy of the other. Occasional mistakes in copying enable evolution to occur and each organism to be unique. This idea has been confirmed, while the means for carrying it out have proved to be immensely continued his research in England until 1976, when he moved to the Salk Institute for Biological Studies in La Jolla, California, where he died in 2004. Watson returned to the United States, researching at Harvard from 1956 to 1976. He helped establish the Human Genome Project in the early 1990s and served as president of the Cold Spring Harbor Laboratory on Long Island, New York, until his retirement in Further DiscussionIn the Questions Area below, try to explain how the discovery of DNA and its structure is an example of collective learning. 2 Jelaskan ibarat apa struktur DNA berdasarkan model Watson-Crick! Jawaban/Pembahasan: James Watson dan Francis Crick (1953) mengemukakan suatu model struktur DNA yaitu double helix (tangga berpilin). Menurut mereka, DNA mempunyai struktur sebagai berikut. 1) Gula dan fosfat sebagai rantai atau tangga utama.
Jelaskan dengan gambar model DNA menurut Watson dan Crick!JawabGambar model DNA menurut Watson dan Crick sebagai lupa komentar & sarannyaEmail nanangnurulhidayat terus OK! 😁
Akhirnya menghasilkan empat buah DNA. Satu DNA tetap merupakan DNA induk yang utuh dan tiga DNA merupakan DNA baru. 2) Model Semi Konservatif Hipotesis model semi konservatif ini dikemukakan oleh Watson dan Crick, menyatakan bahwa rantai ganda DNA induk membuka atau memisah terlebih dahulu sehingga terbentuk dua buah rantai tunggal DNA. September 06, 2020 Post a Comment Jelaskan model DNA menurut Watson dan Crick! Jawab Model DNA menurut Watson dan Crick berupa tangga tali berpilin ganda double helix yang tersusun sebagai berikut. Gula dan fosfat sebagai induk/ibu tangga. Basa-basa nitrogen dengan pasangan tetapnya sebagai anak tangga. - Semoga Bermanfaat Jangan lupa komentar & sarannya Email nanangnurulhidayat Kunjungi terus OK! DNAterdiri atas dua utas benang polinukleotida yang saling berpilin membentuk heliks ganda (double helix).Model struktur DNA itu pertama kali dikemukakan oleh James Watson dan Francis Crick pada tahun 1953 di Inggris. Struktur tersebut mereka buat berdasarkan hasil analisis foto difraksi sinar X pada DNA yang dibuat oleh Rosalind Jelaskan Struktur Dna Dengan Bagan Menurut Watson Dan Crick – Pada tahun 1953, Francis Crick dan James Watson menjelaskan struktur DNA menggunakan model bagan dalam makalah ilmiah mereka yang berjudul “Molekul Struktur DNA”. Model ini menjelaskan bahwa DNA adalah sebuah rantai ganda yang terdiri dari dua heliks berbalik satu sama lain. Setiap heliks terdiri dari rantai nitrogen yang disebut basa nitrogen dan gugus fosfat yang disebut fosfat. Basa nitrogen terdiri dari adenin, guanin, sitosin, dan timin. Setiap basa nitrogen terikat secara spesifik dengan fosfatnya, menciptakan pasangan basa. Adenin membentuk pasangan dengan timin, dan guanin membentuk pasangan dengan sitosin. Model bagan DNA menggambarkan struktur ganda heliks yang dibentuk oleh rantai nitrogen dan fosfat. Setiap heliks berputar searah jarum jam dan berbalik satu sama lain sehingga terbentuk tepi yang disebut basa nitrogen. Basa nitrogen adalah bagian yang paling penting dari rantai nitrogen, karena itulah mereka saling terikat dan membentuk pasangan. Setiap pasangan basa membentuk rantai nitrogen yang disebut rung DNA’. Setiap heliks berputar menyusun dua rantai nitrogen yang berlawanan arah. Setiap rantai merupakan komplementer dari pasangan basa yang lain, sehingga rantai nitrogen saling menyelaraskan. Rantai nitrogen berlanjut ke dalam spiral berikutnya, membentuk struktur ganda heliks. Ini adalah struktur yang disebut dobel heliks’, yang merupakan struktur DNA. Setiap heliks terdiri dari 2 jalur, yang disebut sorotan’. Setiap jalur terdiri dari pasangan basa. Dengan demikian, struktur DNA memiliki dua sisi, yaitu sisi utara dan selatan. Model bagan DNA menggambarkan bahwa struktur DNA terdiri dari dua heliks yang berbalik satu sama lain. Setiap heliks terdiri dari pasangan basa, dan setiap pasangan basa terikat secara spesifik. Ini memungkinkan informasi genetik ditransmisikan dari generasi ke generasi. Dengan menggunakan model bagan, Watson dan Crick mampu menggambarkan struktur DNA yang kompleks. Model bagan ini telah menjadi dasar untuk penelitian biologi modern, seperti genetika, biokimia, dan biologi molekuler. Daftar Isi 1 Penjelasan Lengkap Jelaskan Struktur Dna Dengan Bagan Menurut Watson Dan 1. Pada tahun 1953, Francis Crick dan James Watson menjelaskan struktur DNA menggunakan model bagan dalam makalah ilmiah 2. Model bagan menggambarkan bahwa DNA adalah sebuah rantai ganda yang terdiri dari dua heliks berbalik satu sama 3. Setiap heliks terdiri dari rantai nitrogen yang disebut basa nitrogen dan gugus fosfat yang disebut 4. Basa nitrogen terdiri dari adenin, guanin, sitosin, dan timin yang saling terikat secara spesifik dengan 5. Setiap basa nitrogen membentuk pasangan dengan basa lainnya, menciptakan rantai nitrogen yang disebut rung DNA’. 6. Setiap heliks berputar searah jarum jam dan berbalik satu sama lain sehingga terbentuk tepi yang disebut basa 7. Setiap heliks berputar menyusun dua rantai nitrogen yang berlawanan arah, membentuk dobel heliks’. 8. Setiap rantai merupakan komplementer dari pasangan basa yang lain, sehingga rantai nitrogen saling 9. Model bagan DNA telah menjadi dasar untuk penelitian biologi modern, seperti genetika, biokimia, dan biologi molekuler. 1. Pada tahun 1953, Francis Crick dan James Watson menjelaskan struktur DNA menggunakan model bagan dalam makalah ilmiah mereka. Pada tahun 1953, Francis Crick dan James Watson menjelaskan struktur DNA menggunakan model bagan dalam makalah ilmiah mereka. Bagan tersebut menggambarkan bagaimana struktur DNA dibentuk dan bagaimana ia berfungsi. Ini adalah bagan yang dikenal sebagai Model Watson-Crick. Model ini menggambarkan struktur DNA sebagai double helix ganda heliks. Heliks ini terdiri dari dua rantai komponen ganda yang saling berputar satu sama lain, seperti tangga yang terbuat dari dua tiang yang berputar satu sama lain. Kedua rantai ini terdiri dari basa nitrogen, yaitu adenin A, guanin G, sitosin C dan timin T. Setiap basa nitrogen berpasangan dengan satu lagi, sehingga pasangan terdiri dari A-T dan G-C. Struktur double helix memungkinkan bagi gen untuk saling bertukar informasi genetic dengan cara membuat salinan diri sendiri. Model ini juga menggambarkan bagaimana struktur DNA terkait dengan genetika. Gen adalah bagian dari DNA yang mengandung informasi untuk membuat protein dan mengatur aktivitas biologis lainnya. Tiap gen berisi instruksi yang berbeda. Sekarang ini, kita tahu bahwa ada sekitar gen di dalam tubuh manusia, masing-masing memiliki informasi yang berbeda. Model Watson-Crick menggambarkan bagaimana informasi genetik ditransmisikan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Model Watson-Crick juga menggambarkan bagaimana protein dibentuk. Struktur DNA berfungsi sebagai tempat penyimpanan informasi genetik. Informasi genetik terkandung dalam urutan basa nitrogen, yang disebut kode genetik. Kode genetik membantu untuk menentukan urutan asam amino yang akan digunakan untuk membuat protein. Protein adalah molekul biologis yang mengatur aktivitas biologis seperti pertumbuhan, metabolisme, dan reproduksi. Dalam model Watson-Crick, struktur DNA menyediakan cara bagi organisme untuk menyimpan informasi genetik dan mengatur aktivitas biologis. Model ini menjadi dasar bagi kajian genetika modern. Konsepnya telah dimodifikasi dan dikembangkan sejak saat itu, tetapi dasar-dasar model tetap sama. Model Watson-Crick telah membantu para ilmuwan untuk memahami bagaimana genetika berfungsi dan bagaimana organisme dapat beradaptasi dan berkembang. 2. Model bagan menggambarkan bahwa DNA adalah sebuah rantai ganda yang terdiri dari dua heliks berbalik satu sama lain. DNA merupakan senyawa kimia yang memiliki sifat unik dan kompleks yang memungkinkan bagi organisme untuk menyimpan informasi genetik yang diwariskan. Struktur DNA ditemukan oleh Watson dan Crick pada tahun 1953, yang menggambarkan DNA sebagai rantai ganda yang terdiri dari dua heliks berbalik satu sama lain. Model bagan yang mereka buat menggambarkan bagaimana heliks berbalik satu sama lain dan membentuk sebuah struktur dengan susunan tertentu. Heliks DNA terdiri dari dua rangkaian karbon, yang dipisahkan oleh molekul gula-fosfat. Molekul gula-fosfat membentuk sebuah “backbone” dari rantai ganda, sedangkan rantai karbon terisi oleh basa nitrogen berbeda yang disebut adenin, guanin, timin, dan sitosin. Ada empat basa nitrogen yang berbeda yang berperan penting dalam membentuk struktur ini dan memungkinkan untuk informasi genetik untuk disimpan. Basa ini berinteraksi dengan kimia dan berbentuk seperti kunci dan gembok. Basa yang berbeda membentuk pasangan yang disebut basa-pasangan yang pada gilirannya membentuk heliks. Adenin berpasangan dengan timin, sementara guanin berpasangan dengan sitosin. Model bagan Watson-Crick menggambarkan bagaimana rantai ganda heliks DNA terdiri dari dua heliks berbalik satu sama lain. Noda di bagan menggambarkan adanya gugus basa nitrogen, yang membentuk pasangan kunci-gembok yang disebut basa-pasangan. Heliks DNA berputar searah jarum jam dengan satu pihak terbuka dan satu lagi tertutup. Basa-pasangan membentuk struktur ini dengan mengikat kedua heliks bersama-sama. Kedua heliks dari rantai ganda memiliki arah yang berlawanan, yang disebut antiparalel, dan berputar searah jarum jam. Ini memungkinkan genom organisme untuk disimpan dan dicopy dengan mudah. Model bagan ini juga menggambarkan bagaimana rantai ganda DNA dapat memiliki gen yang berbeda yang menyimpan informasi genetik. Gen berisi informasi yang menentukan sifat organisme dan berisi kode genetik yang mengandung instruksi untuk membuat protein. Model bagan Watson-Crick menggambarkan bagaimana rantai ganda DNA dapat berputar dan saling berinteraksi, memungkinkan gen untuk disimpan dan dicopy. Secara keseluruhan, model bagan Watson-Crick menggambarkan bagaimana DNA adalah sebuah rantai ganda yang terdiri dari dua heliks berbalik satu sama lain. Model ini menggambarkan bagaimana gugus basa nitrogen membentuk basa-pasangan, memungkinkan rantai ganda DNA untuk berputar dan saling berinteraksi. Ini juga menggambarkan bagaimana DNA memiliki gen yang berbeda yang menyimpan informasi genetik. Dengan model bagan Watson-Crick, para ilmuwan telah memahami bagaimana DNA dapat disimpan dan dicopy. Model ini menjadi dasar untuk pemahaman yang lebih baik tentang struktur, fungsionalitas, dan evolusi DNA. 3. Setiap heliks terdiri dari rantai nitrogen yang disebut basa nitrogen dan gugus fosfat yang disebut fosfat. Struktur DNA menurut Watson dan Crick adalah sebuah struktur ganda yang terdiri dari dua heliks yang berputar satu sama lain dalam arah yang berlawanan. Setelah penemuan Watson dan Crick, struktur DNA telah menjadi dasar dari biologi molekuler dan telah mengubah cara kita memahami genetika. Model struktur DNA Watson dan Crick awalnya ditunjukkan dalam bentuk bagan, yang menggambarkan heliks ganda yang melingkar satu sama lain dalam arah yang berlawanan. Setiap heliks terdiri dari rantai nitrogen yang disebut basa nitrogen dan gugus fosfat yang disebut fosfat. Basa nitrogen berfungsi untuk menyimpan informasi genetik, sedangkan fosfat-karbon membentuk struktur yang menjaga rantai nitrogen berdekatan. Kedua heliks dilempar satu sama lain dalam arah berlawanan dengan basis nitrogen menghadap ke dalam dan gugus fosfat menghadap ke luar. Ini menyebabkan heliks DNA berbentuk seperti gulungan skala. Pada struktur DNA Watson dan Crick, rantai nitrogen yang melingkar saling berhubungan dalam struktur yang disebut ikatan hidrogen. Ini terjadi ketika gugus atom hidrogen berinteraksi antara satu gugus basa nitrogen dengan gugus basa nitrogen lainnya. Ikatan hidrogen menyebabkan rantai nitrogen tertarik kuat pada satu sama lain, sehingga membentuk struktur heliks. Setiap rantai nitrogen mengandung dua jenis basa nitrogen adenin dan guanin. Adenin berikatan dengan guanin, dan guanin berikatan dengan adenin. Ketika kedua heliks DNA berputar satu sama lain, mereka membentuk struktur yang disebut struktur empat pasang basa. Setiap pasangan basa terdiri dari adenin dan guanin, dan mereka saling berpasangan menciptakan struktur ganda berputar. Struktur empat pasang basa ini adalah unit struktural utama yang menyusun DNA. Struktur ini memungkinkan untuk kode genetik untuk disimpan dan ditransmisikan. Struktur ini juga memungkinkan untuk replikasi DNA, yang memungkinkan bagi organisme untuk menyebarkan informasi genetiknya ke generasi berikutnya. Struktur DNA Watson dan Crick adalah struktur yang sangat kompleks dan kompleks. Ini memungkinkan organisme untuk menyimpan informasi genetiknya, memungkinkan untuk replikasi dan mutasi, dan memungkinkan organisme untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan mereka. Struktur DNA Watson dan Crick telah menjadi dasar dari biologi molekuler dan telah mengubah cara kita memahami genetika. Struktur ini telah memberikan pemahaman baru tentang bagaimana organisme berinteraksi, berevolusi, dan bertahan hidup. 4. Basa nitrogen terdiri dari adenin, guanin, sitosin, dan timin yang saling terikat secara spesifik dengan fosfatnya. Struktur DNA adalah model heliks yang ditemukan oleh Watson dan Crick tahun 1953. Struktur ini merupakan kunci dalam memahami bagaimana informasi genetik dipindahkan dari satu organisme ke organisme lain. Struktur DNA adalah double helix atau heliks ganda yang terdiri dari berbagai jenis basa nitrogen. Struktur DNA ini dipahami lebih lanjut dengan membagi bagian dari heliks menjadi rantai-rantai tunggal yang disebut dengan kata sugars-phosphate backbone’. Rantai-rantai ini disusun secara spiral di sekitar pusat heliks. Basa nitrogen yang berbeda membentuk jenis monomer yang disebut nucleotida. Nucleotida adalah unit dasar dari DNA. Setiap nucleotida terdiri dari gugus fosfat, gula, dan basa nitrogen yang disebut dengan kata sugar-phosphate-base’ atau nucleotide triphosphate’. Basa nitrogen terdiri dari adenin, guanin, sitosin, dan timin. Adenin dan guanin disebut purin, dan sitosin dan timin disebut pirimidin. Basa nitrogen ini saling berikatan secara spesifik dengan fosfatnya. Fosfat merupakan bagian yang terdapat pada setiap nucleotida. Fosfat ini menyediakan rantai backbones sumber energi dan struktur yang memungkinkan untuk membangun molekul DNA. Fosfat ini memiliki dua gugus asam, yaitu gugus asam fosfat dan gugus asam fosfonat. Gugus asam ini terikat secara kovalen dengan gugus karbon di antara rantai gula. Basa nitrogen berikatan dengan rantai gula melalui ikatan hidrogen. Basa nitrogen ada dalam dua bentuk yang terpisah basa nitrogen purin dan basa nitrogen pirimidin. Gugus karbon di antara rantai gula dan basa nitrogen membentuk ikatan kovalen. Ikatan kovalen yang terbentuk antara basa nitrogen purin dan gugus karbon menyebabkan adenin berikatan dengan guanin dan sitosin berikatan dengan timin, yang merupakan ikatan yang paling penting dalam DNA. Ketika berikatan dengan fosfat, basa nitrogen membentuk ikatan hidrogen. Gugus karbon di antara rantai gula dan basa nitrogen membentuk ikatan kovalen. Ikatan kovalen ini memberikan struktur yang kuat pada DNA dan memungkinkan sifat-sifat tertentu untuk berfungsi. Hal ini memungkinkan DNA untuk berjalan maju dan membawa informasi genetik dari satu organisme ke organisme lain. Jadi, basa nitrogen terdiri dari adenin, guanin, sitosin, dan timin yang saling terikat secara spesifik dengan fosfatnya. Basa nitrogen berikatan dengan rantai gula melalui ikatan hidrogen dan gugus karbon menyebabkan adenin berikatan dengan guanin dan sitosin berikatan dengan timin. Fosfat menyediakan rantai backbones yang memungkinkan untuk membangun molekul DNA dan ikatan kovalen antara basa nitrogen dan gugus karbonnya memberikan struktur yang kuat. 5. Setiap basa nitrogen membentuk pasangan dengan basa lainnya, menciptakan rantai nitrogen yang disebut rung DNA’. Struktur DNA merupakan salah satu penemuan penting dalam biologi modern. Struktur DNA ditemukan oleh Francis Crick dan James Watson pada tahun 1953. Watson dan Crick menggambarkan struktur DNA sebagai sebuah heliks ganda. Mereka menemukan bahwa rantai nitrogen dalam DNA terdiri dari dua rantai yang saling berpasangan dan saling berputar atau berputar satu sama lain. Setiap rantai mengandung basis nitrogen yang disebut basa nitrogen. Setiap basa nitrogen berpasangan dengan basa lainnya, membentuk rantai nitrogen yang disebut “rung DNA”. Konsep rung DNA yang ditemukan oleh Watson dan Crick adalah dasar untuk struktur DNA. Struktur DNA terdiri dari dua rantai DNA yang saling berpasangan dan saling berputar satu sama lain. Rung DNA terdiri dari 4 basa nitrogen, yaitu guanin G, adenin A, timin T, dan sitosin C. Basa nitrogen ini berpasangan dengan cara tertentu, membentuk struktur DNA. Basa G berpasangan dengan C, dan basa A berpasangan dengan T. Ini disebut hukum Watson-Crick. Setiap rantai DNA dalam struktur heliks ganda akan berputar satu sama lain sehingga membentuk sebuah heliks dengan tepi yang berbeda. Ujung rantai DNA disebut “ujung 3′”, yang menunjukkan bahwa rantai DNA berputar searah jarum jam. Sedangkan ujung lain disebut “ujung 5′”, yang menunjukkan bahwa rantai DNA berputar berlawanan arah jarum jam. Basa nitrogen pada rung DNA membentuk ikatan hidrogen yang kuat antara rantai DNA, memungkinkan rantai DNA untuk berputar satu sama lain. Struktur DNA juga memiliki karakteristik lain yang penting. Struktur DNA dapat memiliki kedua ujung yang berbeda, yang disebut “kromosom”. Kromosom ini dapat berisi gen-gen yang mengontrol sifat-sifat organisme. Gen-gen ini akan membentuk rantai nitrogen yang berbeda-beda, yang disebut “DNA replikasi”. DNA replikasi ini akan memungkinkan organisme untuk mengkopi informasi genetiknya dan mengirimkannya ke generasi berikutnya. Struktur DNA yang ditemukan oleh Watson dan Crick sangat penting dalam biologi modern. Ini telah memberikan pencerahan tentang bagaimana gen-gen ditransmisikan dan bagaimana organisme dapat beradaptasi. Dengan mengetahui struktur DNA, para peneliti juga dapat memahami cara kerja molekul DNA, yang dapat digunakan untuk memodifikasi gen-gen organisme dan menciptakan organisme baru. 6. Setiap heliks berputar searah jarum jam dan berbalik satu sama lain sehingga terbentuk tepi yang disebut basa nitrogen. Struktur DNA merupakan aset penting dalam biologi dan telah menjadi bagian penting dari penelitian genetik selama bertahun-tahun. Struktur DNA ditemukan oleh ahli biologi Inggris James Watson dan Francis Crick pada tahun 1953. Watson dan Crick menggambarkan struktur DNA sebagai heliks yang menyerupai tangga yang ditemukan pada tahun 1854 oleh ahli kimia Inggris, Frederick Miescher. Menurut Watson dan Crick, struktur DNA memiliki empat macam basa nitrogen yang disebut adenin A, guanin G, sitosin C dan timin T. Basa nitrogen ini berfungsi sebagai molekul yang menyusun rantai DNA yang terbentuk dari dua heliks yang saling berbalik satu sama lain. Setiap heliks berputar searah jarum jam dan berbalik satu sama lain sehingga terbentuk tepi yang disebut basa nitrogen. Ciri utama struktur DNA adalah bahwa polimer rantai DNA yang terbentuk adalah komplemen antiparalel. Kata komplemen berarti bahwa masing-masing heliks berisi basa nitrogen yang sama seperti pada heliks lain, tetapi dalam urutan yang berlawanan. Hal ini berarti bahwa jika satu rantai DNA adalah A-C-G-T, heliks lainnya akan berisi T-G-C-A. Ini menciptakan basis yang kuat untuk struktur DNA. Basa nitrogen ini juga memiliki sifat yang disebut hydrogen bonding. Hydrogen bonding adalah interaksi antara atom hydrogen dan atom nitrogen yang memungkinkan rantai DNA untuk bersandar satu sama lain. Ini juga memungkinkan untuk mengikat rantai DNA bersama-sama untuk membentuk struktur heliks. Peristiwa ini yang memungkinkan heliks untuk berputar searah jarum jam dan membentuk semacam heliks spiral. Selain itu, ada juga asam nukleat yang terkandung dalam DNA. Asam nukleat adalah molekul yang terdiri dari rantai polinukleotida, yang merupakan rantai polimer dari basa nitrogen. Asam nukleat ini membantu untuk menyimpan informasi genetik dan berfungsi sebagai bahan baku untuk sintesis protein. Asam nukleat berfungsi sebagai bahan baku untuk sintesis protein karena ia memiliki kode genetik yang berisi instruksi untuk pembentukan protein. Pada akhirnya, Watson dan Crick menyimpulkan bahwa struktur DNA adalah heliks ganda yang terdiri dari dua rantai polinukleotida yang saling berbalik satu sama lain. Masing-masing rantai polinukleotida berisi empat basa nitrogen yang berfungsi sebagai molekul yang menyusun rantai DNA. Basa nitrogen ini juga memiliki sifat hydrogen bonding yang memungkinkan untuk mengikat rantai DNA bersama-sama untuk membentuk heliks spiral. Struktur DNA ini juga mengandung asam nukleat, yang berfungsi sebagai bahan baku untuk sintesis protein. 7. Setiap heliks berputar menyusun dua rantai nitrogen yang berlawanan arah, membentuk dobel heliks’. Struktur DNA adalah struktur yang mengandung kode genetik yang ditemukan oleh Watson dan Crick pada tahun 1953. Struktur ini ditentukan dengan menggunakan bagan, yang menggambarkan DNA sebagai dobel heliks berputar. Setiap heliks berputar terdiri dari rantai nitrogen yang terdiri dari gugus fosfat dan pentose karbohidrat bersekutu dengan nitrogen. Gugus fosfat menyediakan jalur untuk rantai nitrogen yang saling berhubungan, dan pentose menyediakan pasangan basa nitrogen yang melekat pada rantai nitrogen. Keduanya membentuk rantai nitrogen yang berlawanan arah, yang disebut dobel heliks’. Setiap heliks berputar terdiri dari dua rantai nitrogen, dan setiap rantai nitrogen berisi gugus fosfat dan pentose. Gugus fosfat berfungsi sebagai penghubung antara rantai nitrogen dan pentose, yang berfungsi sebagai pasangan basa nitrogen. Pasangan basa nitrogen adalah gugus nitrogen yang berisi satu atom nitrogen dan tiga atom karbon. Setiap heliks berputar memiliki dua jenis pasangan basa nitrogen, yaitu Adenin A dan Guanin G, dan Timin T dan Sikin C. Setiap heliks berputar juga mengandung gugus fosfat dan pentose, yang menyediakan jalur untuk rantai nitrogen. Setiap heliks berputar berputar dengan arah yang berlawanan, membentuk dobel heliks. Kedua heliks berputar saling berhubungan satu sama lain, dan setiap heliks berputar terdiri dari rantai nitrogen yang berisi gugus fosfat dan pentose. Gugus fosfat menyediakan jalur untuk rantai nitrogen, dan pentose menyediakan pasangan basa nitrogen yang melekat pada rantai nitrogen. Pasangan basa nitrogen yang terdapat pada setiap heliks berputar adalah Adenin dan Guanin, serta Timin dan Sikin. Pasangan ini disebut basa komplementer’, karena setiap pasangan berpasangan dengan satu sama lain. Keduanya saling menarik, memungkinkan heliks berputar untuk saling bersambung. Jadi, struktur DNA ditentukan oleh Watson dan Crick dengan menggunakan bagan, yang menggambarkan DNA sebagai dobel heliks berputar. Setiap heliks berputar terdiri dari rantai nitrogen yang berisi gugus fosfat dan pentose, yang menyediakan pasangan basa nitrogen yang melekat pada rantai nitrogen. Kedua heliks berputar berputar dengan arah yang berlawanan, membentuk dobel heliks. Pasangan basa nitrogen yang terdapat pada setiap heliks berputar adalah Adenin dan Guanin, serta Timin dan Sikin. 8. Setiap rantai merupakan komplementer dari pasangan basa yang lain, sehingga rantai nitrogen saling menyelaraskan. Struktur DNA Deoxyribonucleic Acid adalah struktur molekul yang berperan penting dalam menyimpan informasi genetik. Struktur ini ditemukan oleh James Watson dan Francis Crick pada tahun 1953. Mereka menggambarkan struktur DNA dengan sebuah model berbentuk heliks bertingkat ganda. Setiap tingkat ganda terdiri dari dua rantai nitrogen yang saling berpasangan. Setiap rantai nitrogen terdiri dari ribonukleotida, yang merupakan gabungan dari gugus fosfat, atom karbon, dan basa nitrogen. Struktur Watson-Crick ini telah diterima hampir secara universal sebagai struktur yang benar dari DNA. Rantai nitrogen utama dalam struktur Watson-Crick terdiri dari tiga subunit berikut gula deoksiribosa, fosfat, dan basa nitrogen. Gula deoksiribosa adalah gula yang berperan penting dalam struktur DNA, dan terdiri dari atom karbon, atom oksigen, dan atom hidrogen. Fosfat menyediakan tempat untuk rantai nitrogen untuk bergerak dan berinteraksi. Basa nitrogen merupakan kunci untuk membuat rantai nitrogen saling berpasangan. Ada empat jenis basa nitrogen yang digunakan dalam struktur DNA, yaitu adenin, guanin, timin, dan sitosin. Setiap rantai nitrogen berpasangan dengan rantai nitrogen lainnya melalui ikatan hidrogen. Ini disebut ikatan basa nitrogen. Setiap rantai nitrogen dalam struktur Watson-Crick berpasangan dengan komplementernya, yang berarti bahwa jika satu rantai nitrogen terdiri dari adenin, maka rantai nitrogen lainnya akan terdiri dari timin. Ini berlaku untuk semua pasangan basa nitrogen. Setiap rantai nitrogen merupakan komplementer dari pasangan basa yang lain, sehingga rantai nitrogen saling menyelaraskan. Struktur Watson-Crick telah berkembang menjadi salah satu dari konsep terpenting dalam biologi molekuler. Struktur ini telah membantu para ilmuwan untuk memahami bagaimana DNA menyimpan informasi genetik dan mengatur replikasi. Struktur ini juga merupakan dasar dari banyak teori biologi molekuler, seperti teori ekspresi genetik dan teori mutasi. Struktur Watson-Crick telah memberikan cara untuk memahami bagaimana organisme tumbuh dan berubah melalui proses seleksi alam. Struktur ini juga telah memberikan dasar untuk banyak teknologi biologi molekuler, seperti teknik pembuatan gen yang dapat digunakan untuk menghasilkan produk bioteknologi yang berguna. 9. Model bagan DNA telah menjadi dasar untuk penelitian biologi modern, seperti genetika, biokimia, dan biologi molekuler. DNA Deoxyribonucleic Acid adalah sebuah molekul yang memiliki informasi genetik dalam struktur sel yang ditemukan pada semua organisme yang hidup. Struktur DNA telah diteliti dan dibahas sejak tahun 1950, ketika James Watson dan Francis Crick menemukan model DNA double helix. Model mereka menggambarkan DNA sebagai sebuah rantai ganda yang berputar seperti tangga yang terdiri dari dua heliks yang terhubung dengan satu sama lain. Mereka juga mengidentifikasi komponen utama dari DNA, yaitu basa nitrogen yang disebut purin dan pirimidin. Kedua basa ini menyusun perempatan yang disebut basa pasang. Model bagan Watson-Crick memiliki beberapa komponen utama. Secara umum, DNA adalah sebuah rantai ganda yang dibentuk oleh dua heliks berputar satu sama lain. Heliks ini terdiri dari cincin susunan basa nitrogen yang disebut basa pasangan, yang terdiri dari guanin G dan adenin A, serta timin T dan sitosin C. Basa-basa ini dihubungkan oleh ikatan fosfodiester, yang memungkinkan heliks untuk berputar satu sama lain. Selain itu, DNA juga memiliki rantai polinukleotida yang berupa heliks yang berputar berlawanan arah. Model bagan DNA telah menjadi dasar untuk penelitian biologi modern, seperti genetika, biokimia, dan biologi molekuler. Ini karena model ini memungkinkan untuk memahami cara DNA menyimpan, mentransmisikan, dan mengubah informasi genetik. Model Watson-Crick telah membantu para ilmuwan untuk memahami bagaimana organisme menyimpan dan mentransmisikan informasi genetik dari generasi ke generasi. Ini juga telah membantu para ilmuwan untuk mengembangkan teknologi untuk memodifikasi DNA untuk tujuan tertentu. Model bagan DNA telah membantu untuk menjelaskan banyak proses biologi, termasuk replikasi DNA, pembelahan sel, dan proses lain yang terlibat dalam pembuatan protein. Model ini juga telah membantu untuk mengidentifikasi mutasi yang terjadi pada DNA, yang dapat mengubah informasi genetik dan menyebabkan masalah kesehatan, seperti penyakit yang disebabkan oleh mutasi gen. Model ini juga telah membantu untuk mengembangkan teknik seperti PCR Polymerase Chain Reaction, yang digunakan untuk memodifikasi DNA untuk tujuan tertentu. Model bagan DNA telah menjadi dasar untuk penelitian biologi modern, seperti genetika, biokimia, dan biologi molekuler. Model Watson-Crick telah membantu para ilmuwan untuk memahami cara DNA menyimpan, mentransmisikan, dan mengubah informasi genetik. Ini telah menjadi dasar untuk memahami bagaimana organisme menyimpan dan mentransmisikan informasi genetik dari generasi ke generasi dan membantu para ilmuwan untuk mengembangkan teknologi untuk memodifikasi DNA untuk tujuan tertentu. Model bagan DNA telah membantu untuk menjelaskan banyak proses biologi, termasuk replikasi DNA, pembelahan sel, dan proses lain yang terlibat dalam pembuatan protein. Model ini juga telah membantu untuk mengidentifikasi mutasi yang terjadi pada DNA, yang dapat mengubah informasi genetik dan menyebabkan masalah kesehatan, seperti penyakit yang disebabkan oleh mutasi gen. Ini juga telah membantu untuk mengembangkan teknik seperti PCR Polymerase Chain Reaction, yang digunakan untuk memodifikasi DNA untuk tujuan tertentu. Dengan demikian, model bagan DNA telah menjadi dasar penting untuk penelitian biologi modern dan membantu para ilmuwan untuk mengerti bagaimana organisme bekerja. Watsondan Crick Menggunakan teknik kristalografi sinar-X untuk mempelajari struktur DNA Menemukan model DNA Heliks ganda Ilmu Pengetahuan Alam 153 Rangkuman 1. Setiap ciri atau sifat yang ada pada setiap orang adalah warisan dari orang tua yang diwariskan melalui materi genetik. 2. Molekul yang berperan sebagai materi genetik adalah asam Francis Harry Compton Crick lahir pada tanggal 8 Juni, 1916 di Northampton, Inggris, merupakan anak tertua dari pasangan Harry Crick dan Annie Elizabeth Wilkins. Dia memiliki satu saudara, AF Crick, seorang dokter di New Zealand. Crick dididik di Northampton Grammar School dan Mill Hill School, London. Dia belajar fisika di University College, London, memperoleh pada tahun 1937, dan memulai penelitian untuk di bawah bimbingan Prof EN da C. Andrade. Tapi saat ini terganggu oleh pecahnya perang pada tahun 1939. Selama perang ia bekerja sebagai ilmuwan untuk Angkatan Laut Inggris, terutama mempelajari kaitan antara magnetik dan akustik. Dia meninggalkan Angkatan Laut pada tahun 1947 untuk mempelajari biologi. Fracis Crick. Bersama Watson menemukan struktur DNA Berbekal beasiswa dari Medical Research Council dan bantuan keuangan dari keluarganya, Crick pergi ke Cambridge dan bekerja di Laboratorium Penelitian Strangeways. Pada tahun 1949 ia bergabung dengan Medical Research Unit dipimpin oleh MF Perutz dan menjadi anggota sejak saat itu. Team ini selama bertahun-tahun bertempat di Laboratorium Cavendish Cambridge, namun pada tahun 1962 pindah ke gedung baru yang besar yaitu Laboratorium Penelitian Konsil Kedokteran Biologi Molekuler. Ia menjadi mahasiswa riset untuk kedua kalinya pada tahun 1950, dan diterima sebagai anggota Caius College, Cambridge, hingga memperoleh gelar pada tahun 1954 dengan sebuah tesis berjudul “Difraksi Sinar-X Polipeptida dan Protein”. Pada tahun 1947 Crick tidak mengenal biologi dan praktis tidak memahami kimia organik atau kristalografi, sehingga banyak dari beberapa tahun berikutnya dihabiskan untuk belajar dua mata pelajaran ini. Selama periode ini, bersama-sama dengan W. Cochran dan V. Vand ia bekerja menyusun teori umum difraksi sinar-X terhadap helix, dan pada saat yang sama bersama dengan L. Pauling dan RB Corey, mengajukan hipotesis bahwa pola alpha-keratin merupakan pasangan melingkar alpha-heliks satu sama lain. Sebuah pengaruh penting dalam karir Crick adalah persahabatan. Dimulai pada tahun 1951 bersahabat dengan JD Watson. Kemudian pada tahun 1953 mereka mengajukan hipotesis mengenai struktur heliks ganda DNA dan skema replikasinya. Dalam beberapa tahun berikutnya Crick, bekerja sama dengan S. Brenner, lebih berkonsentrasi pada bidang biokimia dan genetika yang mengarah ke ide-ide tentang sintesis protein dan kode genetik. Berikut ini adalah prestasi dan penghargaan yang diterima oleh Crick Crick membuat pada tahun 1959. Ia dianugerahi Prix Charles Leopold Meyer dari Akademi Ilmu Pengetahuan Perancis pada tahun 1961, dan Penghargaan of Merit dari Yayasan Gairdner pada tahun 1962. Bersama dengan JD Watson dia menerima Warren Triennial Prize Lecturer pada tahun 1959 dan menerima Penghargaan Research Corporation pada tahun 1962. Dengan JD Watson dan MHF Wilkins ia menjadi kandidat Penghargaan Yayasan Lasker pada tahun 1960. Pada tahun 1962 ia terpilih sebagai Anggota Kehormatan asing dari American Academy of Arts and Sciences, dan Fellow dari University College, London. Dia adalah seorang Fellow dari Churchill College, Cambridge, pada 1960-1961, dan sekarang menjadi Fellow non-penduduk dari Salk Institute untuk Studi Biologi, San Diego, California. Pada tahun 1940 Crick menikahi Ruth Doreen Dodd. Anak mereka, Michael F. C. Crick adalah seorang ilmuwan. Mereka bercerai pada tahun 1947. Pada tahun 1949 Crick menikah dengan Odile Speed. Mereka memiliki dua anak perempuan, Gabrielle A. Crick dan Jacqueline MT Crick. Keluarga ini tinggal di sebuah rumah yang disebut “The Golden Helix”, di mana Crick suka rekreasi dan bercakap-cakap dengan teman-temannya. Francis Crick meninggal pada tanggal 28 Juli 2004. Sudah Dibaca 2,518 . 30 440 345 112 311 390 219 297

jelaskan model dna menurut watson dan crick